Rumah Raja OTT KPK Harun Al Rasyid Didatangi Orang Tak Dikenal Beberapa Hari Sebelum TWK

  • Whatsapp
Rumah Raja OTT KPK Harun Al Rasyid Didatangi Orang Tak Dikenal Beberapa Hari Sebelum TWK
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid saat hadir dalam acara Mata Najwa episode KPK Riwayatmu Kini yang digelar Kamis (27/5/2021) (Foto: Instagram Narasi Newsroom)

IDTOPIK.COM – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid mengaku ada orang tak dikenal mendatangi sekitar rumahnya lima hari sebelum tes wawasan kebangsaan (TWK).

Menurut tetangganya itu, dua orang tak dikenal itu menanyakan kehidupan Harun dan kegiatan keagamaan dirinya.

Bacaan Lainnya

Kepada orang tak dikenal itu, tetangganya memberi tahu bahwa Harun mengajari anak-anak di sekitar rumahnya mengaji Alquran.

Baca Juga: Viral Postingan Diduga Calon Bupati Sidoarjo: Dana Haji Dipakai Investasi 

“Saya pernah kasih (Alquran) ke Pak Haji, terus Pak Haji kasihkan ke anak-anak itu. Anak saya juga ngaji ke dia (Harun),” kata Harun kepada awak media, menirukan ucapan tetangganya pada dua orang tak dikenal itu.

Harun mengaku cemas karena baru kali ini ada orang tak dikenal mendatangi sekitar rumahnya. Ia lalu melapor pada Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Baca Juga:  Hakim Sebut Denda Rp 50 Juta yang Dibayar Rizieq Shihab Hanya Sanksi Administratif

Ghufron mengatakan, dirinya tak tahu-menahu soal kedatangan orang-orang tak dikenal itu. Meski begitu, Ghufron menyebut Harun tak perlu khawatir.

“Sudah lah itu dia paling ingin tahu kegiatan kamu. Kasih jawaban saja, enggak ada apa-apa juga. Itu semua pasti lolos kok. Tes ini cuma pemetaan. Enggak usah khawatir,” tutur Harun menirukan ucapan Ghufron.

Saat hari tes wawasan kebangsaan, kekhawatirannya terbukti. Pewawancara TWK menanyakan kegiatan keagamaannya.

Baca Juga: Singgung Haikal Hassan, Politisi PDIP: Kadrun Satu per Satu Akan Dibinasakan Allah 

Harun juga dicecar soal yayasan pengajian yang diurus istrinya. Menurut Harun, pewawancara TWK menyinggung pendanaan yayasan yang berasal dari Arab Saudi.

“Kalau untuk yayasan ini, dari, ya dari gaji saya ini. Dia terus cecar itu. Begini, pak, ini repot, saya sudah menjelaskan Bapak enggak percaya. Nanti ada rekeningnya itu, Pak. Nanti Bapak lihat saja lah,” ujar Harun menceritakan ulang jawaban dirinya saat TWK.

Ia mengaku, dana yayasan dari kantong pribadinya itu biasa diberikan pada anak yatim dan miskin. Selain itu, Harun juga ditanya soal kitab-kitab acuannya mengajar mengaji.

Baca Juga:  Polri Pakai Perangkat Buatan Israel untuk Sedot Data Digital Jumhur Hidayat

Saat itu, Harun menjawab bahwa ia hanya mengajar membaca Alquran. Dirinya pun mengaku siap menunjukkan seluruh kitab bacaannya yang tersimpan di rumah.

Sebelumnya, dalam tayangan “Mata Najwa”, Harun mengatakan, Ketua KPK Firli Bahuri memiliki daftar pegawai yang patut diwaspadai.

Harun mengetahui hal ini dari pengakuan Ghufron sebelum TWK terselenggara. Ghufron pun sempat bertanya, Harun melakukan kesalahan apa.

“Beliau bilang, saya enggak mengerti nama Anda itu menjadi urutan teratas dari daftar yang pernah diberikan Pak Firli kepada saya,” kata Harun, Rabu (26/5/2021), dilansir dari Kompas.com.

Saat itu, Ghufron membeberkan ada 20 sampai 30 orang yang masuk daftar dari Firli. Harun sendiri heran namanya bisa masuk dalam daftar itu.

Padahal, ia pernah mendapat julukan “raja Operasi Tangkap Tangan atau raja OTT” dari Firli pada 2018.

Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Pusat Lobi Arab Saudi, Ferdinand: Kang, Urus Haji Tidak Seperti Urus Nikah Massal 

Baca Juga:  Jejak Munarman, Dari Anggota TGPF Munir hingga Ditangkap Densus 88

“Saya tidak mengerti, tahun 2018 Pak Firli memberikan penghargaan kepada saya dengan julukan raja OTT, karena memang pada saat beliaulah OTT itu terbanyak dilakukan,” ucap Harun.

Ghufron mengonfirmasi soal daftar pegawai KPK dari Firli. Meski begitu, ia menyangkal pernah membeberkan nama-nama mereka.

“Bahwa memang saya sering dengan Mas Harun dan juga beberapa teman yang lain. Memang saya kadang mengeluhkan harus bagaimana menyikapi isu-isu tersebut. Tapi tentang nama, saya tidak pernah menyebutkan nama secara langsung, tetapi memang kami tidak mendapat nama-nama itu secara tegas,” ujar Ghufron.

Farid Andhika, mantan Sekjen Wadah Pegawai KPK mengungkapkan, daftar Firli itu memuat nama 21 orang.

Melansir KBR.id, daftar itu berisi nama-nama orang yang pernah menangani masalah pelanggaran kode etik Firli Bahuri, orang yang keras menolak revisi UU KPK dan pegawai yang pernah menangani kasus rekening gendut perwira polisi Budi Gunawan.

Baca Juga: Semestinya DPR Bentuk Pansus Dana Haji, Bukan Malah Jadi Jubir Pemerintah 

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan