KPK Hargai Laporan ICW Dan Tetap Fokus Tunggakan Kasus Masa Lalu

  • Whatsapp
Ali Fikri
Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri/RMOL

IDTOPIK.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini masih terus berupaya menyelesaikan perkara korupsi yang menjadi tunggakan tahun-tahun lalu.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri menanggapi adanya laporan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Dewan Pengawas (Dewas) terhadap pimpinan KPK atas dugaan pelanggaran kode etik terkait sewa helikopter.

Bacaan Lainnya

Atas laporan itu, KPK menghormati sepenuhnya hak setiap warga negara yang melihat atau menemukan dugaan pelanggaran etik oleh insan KPK untuk melaporkannya kepada Dewas KPK.

Baca Juga:  Denny Indrayana Terancam, Polisi Naikkan Status Pemalsuan Dokumen Suara Pilgub Kalsel

Baca Juga: Karena Preman, Jokowi Langsung Hubungi Kapolri 

“Kami melihat hal ini sebagai fungsi kontrol publik yang berjalan dengan baik dalam agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK,” ujarnya kepada wartawan, Jumat sore (11/6).

Ali kembali mengingatkan bahwa pokok persoalan yang dilaporkan oleh ICW tersebut telah diproses secara profesional oleh Dewas KPK dan juga telah disampaikan secara transparan kepada publik hasil putusannya pada 24 September 2020.

“KPK tetap menghormati tugas dan kewenangan Dewas atas pelaporan ini dan menyerahkan sepenuhnya untuk proses tindak lanjutnya,” katanya.

Baca Juga: Dikukuhkan Sebagai Profesor, Mega Berterima Kasih Ke Nadiem Dan Prabowo 

Hanya saja, sambung Ali, KPK saat ini tetap fokus pada upaya-upaya kerja pemberantasan korupsi dan berkomitmen untuk terus menjalankan seluruh agenda dan strategi pemberantasan korupsi.

Baca Juga:  Jokowi Pindahkan Ibu Kota Negara ke Kaltim, Gubernur Isran Noor: Bapak Presiden Pasti Masuk Surga

“Kami berupaya selesaikan perkara korupsi yang menjadi tunggakan tahun-tahun lalu dan juga mengungkap dugaan perkara korupsi baru dengan tanpa pandang bulu. Seluruhnya kami kerjakan tentu tetap berlandaskan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Ali.

Baca Juga: Partai Nasdem: Ngapain Konvensi Kalau Sudah Ada Pemenang

 Sumber: rmol.id

Tinggalkan Balasan